Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dilanda banjir pada awal bulan September 2021 lalu yang mengakibatkan 11 kabupaten terdampak serta sebanyak 16.459 jiwa mengungsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan Kalimatan Tengah menginformasikan banjir di Kecamatan Suling Tambun sudah surut berdasarkan perkembangan pukul 12.00 WIB, Selasa (15/9/2021).
“Dampak banjir yang terjadi pada Senin (7/9) lalu mengakibatkan lebih dari 4.000 KK (kepala keluarga) terdampak. Data BPBD mencatat 4.509 KK atau 16.459 jiwa terdampak. Mereka mengungsi secara mandiri,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangannya, Senin (14/9/2021).
Sebelumnya, terdapat 1.118 rumah di Kabupaten Kotawaringin Timur , Kalteng, terendam banjir sejak pekan lalu. Data tersebut didasarkan pada laporan BPBD Kotim, Senin pukul 16.53 WIB. “Banjir dengan Tinggi Muka Air 80-150 sentimeter yang disebabkan oleh meluapnya sungai Mentaya itu juga berdampak pada kurang lebih 1.118 KK dan memaksa beberapa warga mengungsi secara mandiri di rumah para kerabatnya,” kata Raditya dalam keterangannya, Senin (14/9/2021).
“Kabupaten yang paling parah yaitu Katingan, Kotawaringin Timur, dan Seruyan,” jelas Gubernur Sugianto pada apel gelar personel dan sarana prasarana penanganan darurat bencana banjir, seperti dilansir Antara, Kamis (9/9/2021).
Oleh karena itu pada hari Jumat, 17 September 2021, PC KMHDI Yogyakarta melaksanakan penggalangan dana untuk membantu korban bencana banjir di Kalimantan Tengah. Ketua PC KMHDI Yogyakarta, Komang Sumetha Wyasa mengatakan penggalangan dana ini dilakukan untuk membantu meringankan beban saudara kita yang mengalami musibah banjir di Kalimantan Tengah.
Ketua PC KMHDI Yogyakarta, Komang Sumertha Wyasa turut serta mengajak rekan-rekan seluruh Indonesia untuk ikut membantu meringankan beban akibat bencana banjir yang dialami Kalimantan Tengah saat ini. “Sedikit bantuan dari kita semua, sangat berarti untuk saudara kita di Kalimantan Tengah”, ujarnya. Ia berharap sedikit bantuan yang didapat melalui penggalangan dana ini dapat disalurkan kepada saudara-saudara kita di Kalimantan Tengah sehingga dapat meringankan beban mereka saat ini.
Penggalangan dana dilakukan bersama anggota dan pengurus KMHDI Yogyakarta di persimpangan bawah Jembatan Janti, mulai pukul 08.45 – 11.35 WIB dan pukul 14.15 – 16.35 WIB. “Masyarakat sekitar sangat antusias membagikan rejekinya untuk membantu korban banjir di Kalimantan Tengah”, ujar Yan Adi sebagai ketua pelaksana kegiatan penggalangan dana, sumbangan yang didapat dari pengalangan dana akan disalurkan langsung oleh bendahara PC KMHDI Yogyakarta.(LTBNG,21/23)

