Dalam rangka menyambut Bulan Kesehatan Mental pada Oktober lalu, PC KMHDI Yogyakarta menggelar seminar online (webinar) yang bertajuk mental health. Berangkat dari situasi pandemi yang tak urung jua menemui akhir, mau tidak mau masyarakat harus mampu beradaptasi dengan kondisi ini. Dampak yang dirasa tak hanya menunjuk pada kesehatan fisik dan perekonomian saja, namun juga berdampak besar pada psikologis masyarakat. Maka dari itu, webinar yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 7/11/2020 dengan tema “Memelihara Kesehatan Mental di Era New Normal” bertujuan untuk mengajak seluruh mahasiswa Yogyakarta peduli terhadap isu kesehatan mental baik masyarakat maupun diri sendiri.

Pada kesempatan kali ini, panitia webinar yang diketuai oleh Ari Rudiatama menggandeng seorang psikolog dan seorang psikiatris untuk menjadi narasumbernya. Mereka adalah Bapak Lalu Yulhaidir,M.Psi.,Psikolog yang merupakan Ketua HIMPSI Wilayah NTB. Kemudian, Ibu dr. Santi Yuliani, Sp.Kj., M.Sc., seorang psikiater yang mendedikasikan dirinya di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Masing-masing dari mereka menyampaikan materi yang sangat informatif dan mengedukasi peserta. Diantaranya adalah definisi mental health, kemudian penjelasan saintis tentang penyakit kejiwaan serta tips-tips sederhana yang dapat kita lakukan untuk merawat kesehatan mental.
Dalam dialognya Bapak Lalu sempat membahas terkait data tentang angka kematian tertinggi di dunia. Beliau menjelaskan, “Angka kematian tertinggi disebabkan karena kesehatan mental yang sangat kurang pada usia remaja hingga dewasa, sehingga menjadi alasan orang bunuh diri.”
Bapak Lalu juga mengapresiasi PC KMHDI Yogyakarta karena mampu menggelar sebuah acara yang dapat menjadi media edukasi terkait topik yang masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat, yaitu kesehatan mental. “Maka terimakasih pada teman-teman KMHDI, karena telah mengusung tema kesehatan mental yang mungkin tidak sepopuler kesehatan fisik.” Tutur Bapak Lalu.
Sementara dr. Santi pada dialognya mengajak peserta berdiskusi dan mengkorelasikan prilaku masyarakat terhadap adanya pandemi Covid19 ini. “Salah satu yang berbahaya dalam kondisi pandemi justru contagion theory terkait kondisi psikologis masyarakat,” jelas dr. Santi ketika memulai sesi dialognya.

Walaupun dilaksanakan secara daring melalui media Zoom, acara yang berlangsung selama kurang lebih 2 (dua) jam berjalan cukup kondusif dan efisien. Webinar ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang mana tak hanya dari kalangan mahasiswa Hindu saja dan dipandu oleh seorang moderator yang merupakan mahasiswi Yogyakarta, Meva Nevany Putri. Walau terbatas jarak (social distancing) semangat para peserta dalam mengikuti webinar sangat terasa di depan layar masing-masing.
Disamping tujuan diselenggarakannya webinar adalah memeriahkan Bulan Kesehatan Mental, PC KMHDI Yogyakarta bermaksud konservatif dan mengajak kader-kadernya untuk tetap aktif. Kader-kader yang duduk di kursi pengurus berinisiatif untuk mengorganisir sebuah acara yang bersifat momentum ini agar para anggota tetap bisa berkarya dan menumpahkan aspirasi serta kreatifitasnya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Sudah kurang lebih 8 bulan PC KMHDI Yogyakarta terlihat pasif dan vakum, karena tidak dapat melaksanakan program kerja yang telah disusun, maka dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjaga eksistensi PC KMHDI Yogyakarta dan menjadi langkah awal dalam menyungsung era normal baru. [olla]
Berikut kami lampirkan link materi beserta sertifikat peserta WEBINAR ini :