Pada hari Senin, 24 Februari 2026, telah dilaksanakan audiensi antara PC KMHDI Yogyakarta dengan Anggota DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta, R.A Yashinta Sekarwangi Mega, bertempat di Kantor DPD RI DIY.
Audiensi ini dihadiri oleh tujuh kader PC KMHDI Yogyakarta sebagai perwakilan organisasi dalam rangka membangun komunikasi kelembagaan sekaligus menyampaikan aspirasi dan kondisi umat Hindu di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan diawali dengan pemaparan profil organisasi KMHDI, program kerja, serta kontribusi yang telah dilakukan bagi masyarakat.
Dalam pembahasan dinamika keumatan Hindu di DIY, disampaikan kondisi riil umat, termasuk pelaksanaan pasraman kilat yang rutin dilaksanakan di pura setiap minggu. Kendala efisiensi turut menjadi hambatan dalam optimalisasi kegiatan pembinaan umat. Selain itu, kebutuhan guru agama Hindu dan penguatan pendidikan umat menjadi perhatian yang disampaikan dalam audiensi tersebut.
Dalam pembahasan isu lingkungan, PC KMHDI Yogyakarta menyoroti persoalan sampah plastik di DIY yang hingga kini masih menjadi problem nyata, termasuk di lingkungan pura saat perayaan hari raya keagamaan yang menghasilkan volume sampah cukup besar. Dalam diskusi disampaikan bahwa isu sampah belum menjadi prioritas utama kebijakan saat ini.
Menanggapi hal tersebut, PC KMHDI Yogyakarta berpandangan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat ditempatkan sebagai isu sekunder, terlebih dalam konteks kehidupan umat Hindu. Konsep Tri Hita Karana mengajarkan keseimbangan antara parahyangan, pawongan, dan palemahan. Ketika aktivitas keagamaan menghasilkan residu ekologis tanpa pengelolaan yang memadai, maka terjadi ketidakharmonisan pada aspek palemahan yang justru menjadi bagian dari praktik dharma itu sendiri.
Atas dasar itu, PC KMHDI Yogyakarta menawarkan inisiatif pengelolaan sampah berbasis pura melalui pembuatan biopori. Gagasan ini dimaksudkan agar setiap pura mampu mengolah sampah organik secara mandiri pasca perayaan hari raya, sehingga praktik keagamaan tidak berhenti pada simbol ritual, tetapi juga menghadirkan tanggung jawab ekologis yang konkret.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu R.A Yashinta Sekarwangi Mega turut mendorong peran aktif PC KMHDI Yogyakarta dalam memberikan edukasi terkait pencegahan kekerasan seksual dan perundungan (bullying) sebagai bagian dari upaya menekan angka bunuh diri di wilayah DIY. Beliau juga menyampaikan kesediaannya untuk meneruskan informasi terkait kondisi umat Hindu di DIY kepada pihak terkait agar mendapatkan perhatian lebih lanjut.
Ketua PC KMHDI Yogyakarta, Sauca Dharma Duta, menyampaikan,
“Audiensi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara organisasi dengan pemangku kebijakan. Kami berharap komunikasi yang telah terjalin dapat berkembang menjadi kerja sama konkret dalam penguatan pendidikan umat, pengembangan pasraman, serta pengelolaan lingkungan berbasis nilai-nilai Hindu di Daerah Istimewa Yogyakarta.”
Secara keseluruhan, audiensi berlangsung interaktif dan santai, dengan dialog yang terbuka serta pertukaran gagasan yang konstruktif antara kedua belah pihak. Berbagai isu strategis dapat dibahas secara substantif, mulai dari dinamika keumatan hingga tanggung jawab ekologis berbasis nilai Hindu. Suasana diskusi yang komunikatif tersebut menjadi fondasi awal dalam membangun hubungan yang lebih erat serta membuka peluang sinergi program di masa mendatang.