SABHA IV PC KMHDI Yogyakarta : YANG SEDERHANA BERMAKNA PENUH TANGIS DAN TAWA
Tepat Pada tanggal 1 sampai 2 mei 2021 PC KMHDI Yogyakarta telah melaksanakan SABHA KE-IV dengan system haybrith (online dan offline) yang bertempat di Front One Resort Yogyakarta, SABHA merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap pergantian kepengurusan PC KMHDI Yogyakarta dimana dalam kegiatan SABHA ini membahas tentang evaluasi dan regenerasi kepengurusan. SABHA kali ini mengambil Tema “ MEWUJUDKAN PEMIMPIN MUDA BERSATU, BANGKITKAN SUASANA BARU UNTUK KMHDI MAJU”. Pada acara pembukaan SABHA PC KMHDI Yogyakarta dihadiri oleh Pembimas Hindu DI Yogyakarta, PHDI, pengenpon Pura Vaikuntha Viomanthara, Cipayung Plus dan KMHD Se Yogyakarta. Pembukaan acara sabha ini dibuka langsung oleh pembimas hindu DI Yogyakarta ibu Dra. Mugiyani, M.Pd. dan sekaligus memperingati hari jadi PC KMHDI Yogyakarta yang ke VI ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Pada saat sambutan pembukaan Sabha oleh ibu Dra. Mugiyani M. Pd. Beliau mengapresiasi kegiatan Sabha ke IV Pc KMHDI Yogyakarta kerena mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya melaksanakan kegiatan ditengah suasana covid dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik dan beliau juga berpesan ”untuk kepengurusan selanjutnya siapapun yang nantinya jadi ketua selanjutnya mohon supaya bisa menjadi pemimpin yang baik, karena mumpung jadi pengurus di KMHDI ini gunakanlah kesempatan itu dengan sebaik-baiknya, berikan yang terbaik untuk adik-adik mahasiswa yang ada dijogja, jadilah pemimpin organisasi yang gagah berani dan kuat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan visi misinya” ujar beliau
Pimpinan Pusat KMHDI juga mengutus perwakilannya untuk menghadiri Sabha Ke IV PC KMHDI Yogyakarta yaitu Putu Asrinidevi, S.I.Kom sebagai presidium pimpinan pusat KMHDI dalam sambutannya mbok putu asrinidevi, S.I.Kom juga menyapaikan harapannya” tentu harapan saya pesta demokrasi ini nantinya berjalan dengan kondusif tidak ada anarkis karena KMHDI tidak suka dengan yang anarkis dan saya harapkan juga nantinya dari hasil Sabha nanti dapat menciptakan pemimpin-pemimpin yang hebat dan yang mampu bekerjasama”. PHDI DI Yogyakarta juga memberikan sambutan pembukaan Sabha, beliau berpesan agar generasi muda selalu dapat Bersatu dan selalu menjaga kekeluargaan antar umat beragama.
Pembukaan acara Sabha ke IV juga menampikan tarian jawa yang sangat bagus yang memikat pandangan para peserta Sabha, tarian ini berjudul “Sekar Pudyastuti” Tarian tersebut merupakan salah satu tari klasik yang berasal dari Yogyakarta. Seperti kutipan diatas, tarian ini sarat akan rasa syukur terhadap Tuhan. Gerak lemah lembut, tenang dan anggun merupakan salah satu bentuk pujian dan syukur untuk Sang Maha Pencipta, Penamaan “Sekar Pudyastuti” tentu memiliki arti tersendiri.
Secara etimologi, sekar artinya bunga dan Pudyastuti berarti memuja dan memuji. Dalam budaya Jawa, konteks sekar juga dapat digambarkan sebagai seorang gadis yang beranjak dewasa. Oleh karena itu, tari ini biasa dibawakan oleh sekelompok gadis. Tarian ini sering ditampilkan untuk menyambut tamu dan ditarikan dengan diiringi gending Ladrang Mugi Rahayu.
Setelah acara pembukaan selesai kemudian dilanjut dengan acara berikutnya yaitu sidang pertama yang dipimpin oleh I ketut muliana selaku presidium sidang sementara, setelah melakukan beberapa pembahasa selanjutnya pemilihan presidium sidang tetap, yang terpilih sebagai presidium sidang tetap yaitu nyoman sumertha wyasa didampingi oleh niluh enik lakminiasih sebagai sekertaris dan ary rudiatama sebagai anggota, palu sidang kemudian diserahkan kepada presidium sidang tetap untuk melanjutkan sidang sampai selasai.
Kemudian dilanjut sidang paripurna ke-dua yang pembahasannya lumayan lama karena banyak kader Pc KMHDI Yogyakarta yang menyuarakan pendapat dan peninjau Pd dan Pc jawa timur, Pc jember dan Pc klaten pun ikut serta menyampaikan pendapatnya dalam sidang tersebut.
Sebelum ditutupnya sidang paripurna ke-dua terjadi momen haru pada saat itu dimana para kepala bidang dan anggota pengurus yang akan demisioner menyampaikan pesan dan kesan mereka selama dipengurusan, disanalah momen tangis pecah suasana menjadi sedih dan hening sejenak, setelah itu kepala bidang dan anggota pengurus yang akan demisioner mereka berpelukan bergandeng tangan didepan panggung sebelum mereka semua berpisah mencari jalan barunya masing-masing, dan tidak disangka isak tangis kembali terjadi lagi saat kru musik memutar lagu yang berjudul “ KEMESRAAN” dari Iwan Fals, semua ikut menyanyi dengan raut wajah yang sangat sedih dan ruangan sidangpun serasa tempat konser terakhir bagi pengurus yang akan demisioner. Setelah sidang paripurna ke-dua ditutup, pengurus periode 2019-2021 dinyatakan sebagai demisioner, kemudian dilakukan sesi foto Bersama para pengurus yang telah resmi demisioner.
Selanjutnya puncak dari Sabha Ke IV PC KMHDI Yogyakarta yaitu pada sidang pleno ke-enam dimana pada sidang ini dilakukan pemilihan kandidat calon yang bersedia menjadi calon ketua PC KMHDI Yogyakarta untuk periode berikutnya, setelah lama dilakukan perbincangan maka didapatlah dua kandidat calon ketua yaitu made Aditya dengan nomor urut 1 dan komang sumertha dengan nomor urut 2, persaingan sengit terjadi saat kedua calon memaparkan visi dan misinya, akhirnya sesi pemungutan suarapun dilaksanakan pada saat itu menunjukan pukul 05.00 wib dan berhasil memenangkan saudara komang sumertha dengan nomor urut 2. Dilanjut dengan memilih formasi KSB oleh Tim Formatur dan ketua yang terpilih, dimanan KSB yang terpilih yaitu : Komang Sumertha, Agung Pawitri dan Pudma Mandalika. Acara sidangpun selesai dengan dilantiknya Pengurus Inti PC KMHDI Yogyakarta periode 2021-2023 oleh Putu asrinidevy, S.I.Kom selaku utusan pimpinan pusat KMHDI.
Dan berakhirlah kegiatan Sabha Ke IV PC KMHDI Yogyakarta dengan laporan penutupan dari ketua pelaksana Sabha yaitu I wayan adi arsa dia menyampaikan ucapan selamat kepada KSB yang terpilih dan ucapan terimakasih atas partisipasi dari peserta, peninjau dan panitia yg ikut serta menyukseskan acara Sabha Ke IV PC KMHDI Yogyakarta.(yan_adi)











